Home Asuransi

Penyebab Ketidakpuasan Pemegang Polis Pada Perusahaan Asuransi

Inilah beberapa penyebab mengapa pemegang polis tidak puas pada perusahaan asuransi.

300
0
SHARE

Asuransi adalah salah satu produk keuangan yang saat ini sedang banyak diminati oleh masyarakat. Manfaat yang akan didapatkan pemegang polis serta kemudahan mendaftar sebagai pemegang polis baru juga menjadi salah satu penyebabnya. Apalagi, banyak juga perusahaan asuransi yang semakin memberikan kemudahan pada calon pemegang polis, dengan menawarkan fitur pendaftaran asuransi online. Jadi, calon pemegang polis tidak perlu repot pergi kemana-mana untuk mendaftarkan diri.

polis asuransi
polis asuransi

Namun demikian, ternyata banyak juga masyarakat yang masih memandang negatif produk keuangan ini. Bahkan, ada juga yang sudah pernah menjadi pemegang polis merasa bahwa produk ini justru membawa masalah dan merugikannya. Hmm, kok bisa ya? Ya, hal ini ternyata terkait dengan ketidakpuasan pemegang polis pada perusahaan asuransi ketika sebuah masalah muncul. Masalah apa sajakah itu? Berikut ini adalah beberapa diantaranya:

  • Agen asuransi

Orang yang pertama kali berhadapan dengan calon ataupun yang sudah menjadi pemegang polis, adalah agen asuransi. Ketika agen ini bekerja dengan tidak profesional, maka tidak menutup kemungkinan akan membuat klien merasa kecewa. Jika yang dihadapi mash calon pemegang polis, mungkin hanya akan menyebabkan target membatalkan keinginannya untuk mendaftar polis. Akan tetapi, jika yang dihadapi oleh seseorang yang sudah menjadi pemegang polis, bisa jadi orang tersebut memilih untuk mengganti agen yang menanganinya atau menutup polis asuransinya karena merasa tidak puas.

  • Prosedur klaim

Tidak ada orang yang senang jika urusan yang menurutnya bisa selesai dengan sederhana, justru diribetkan dengan berbagai prosedur. Termasuk juga ketika seseorang ingin mengajukan klaim asuransi dari polis yang dimilikinya. Misalnya,  pemegang polis sudah berusaha mengikuti semua tata cara yang tercantum dalam polis, tapi ternyata ada sebuah prosedur lain yang mungkin tidak tercantum dalam polis namun harus dilakukan. Hal ini akan membuat pemegang polis dipersulit untuk mengambil haknya.

  • Service atau pelayanan

Memang, agen asuransi adalah pihak yang paling sering berhubungan dengan pemegang polis. Namun, terkadang pemegang polis juga ada yang langsung menghubungi perusahaan asuransi ketika menemui masalah. Perusahaan asuransi harus mampu dan siap untuk menangani masalah yang dihadapi pemegang polis ini dengan tepat. Sayangnya, sering kali respon yang diterima oleh pemegang polis justru mengecewakan. Dari mulai masalah keramahan, pemahaman customer service terhadap masalah, ataupun ketidakmampuan customer service untuk membantu pemegang polis menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Dalam jangka pendek, mungkin ada beberap perusahaan asuransi yang menganggap masalah ini tidak penting. Kan, cuma kehilangan satu konsumen, jadi bukan masalah. Akan tetapi, coba pikirkan jika banyak pemegang polis yang mengalami masalah ini? Berapa banyak konsumen yang hilang? Selain itu, bagaimana jika pemegang polis yang dikecewakan adalah seseorang yang memiliki pengaruh besar pada sekelompok masyarakat? Maka, dampak jangka panjangnya sudah bisa dipastikan tidak akan baik.