Home Liburan

Wisata Sejarah di Kota Solo, Yuk!

Liburan di Solo? Jangan lupa kunjungi destinasi wisata bersejarah berikut ini. Yuk, cek!

97
0
SHARE
wisata sejarah Solo
source : google

Saat liburan di kota Solo dan menginap di Hotel Slamet Riyadi Solo, tempat wisata mana saja yang tertarik kamu kunjungi? Pastinya, mengunjungi destinasi wisata terkenal dan mencicipi berbagai kuliner khas kota ini, kan? Padahal, selain kedua hal itu, di kota satu ini kamu juga bisa mengunjungi wisata sejarah. Dengan mengunjungi wisata-wisata bersejarah ini, kamu tentu bisa merasakan bagaimana perjuangan pahlawan ketika mengusir para penjajah dari Indonesia, khususnya kota Solo.

Di samping itu, kamu juga bisa melihat benda-benda peninggalan sejarah yang dulunya digunakan untuk berperang.  Berikut merupakan destinasi wisata sejarah yang bisa dikunjungi di Solo. Mari, disimak!

  1. Benteng Vastenburg. Benteng Vastenburg merupakan salah satu benteng yang dibangun pemerintahan Belanda di kota Solo. Benteng ini dibangun tahun 1774 – 1779 dan memiliki luas sekitar 40.000 meter persegi. Dulunya benteng ini kerap digunakan untuk mengawasi sekaligus mengontrol pemerintahan dari Keraton Surakarta. Namun, kini, Benteng Vastenburg ini terbuka untuk umum dan dijadikan sebagai wisata sejarah.
  2. Keraton Surakarta. Tempat paling bersejarah di kota Solo ini dibangun tahun 1744 oleh Susuhunan Pakubuwono II. Pembangunan keraton ini menerapkan gaya arsitektur yang memadukan antara Eropa dan Jawa. Di dalam keraton ini, terdapat berbagai benda peninggalan kerajaan misalnya alat musik, alat masak, senjata, dan masih banyak benda peninggalan lainnya.
  3. Loji Gandrung. Bangunan  yang kini dijadikan sebagai Rumah Dinas Walikota Solo ini dulunya merupakan rumah dari pengusaha perkebunan Belanda bernama Johannes Augustinus Dezentje. Rumah ini terletak di Jl. Slamet Riyadi, Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Pembangunan rumah ini adalah hasil karya dari arsitek ternama Belanda, yakni C.P Wolff Schoemaker tahun 1830.
  4. Gedung DHC 45. Berlokasi di Jl. Mayor Sunaryo, Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, DHC 45 atau Dewan Harian Cabang 45 ini merupakan bangunan militer paling efektif di zamannya. DHC 45 ini menjadi saksi bisu perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan. Kini, bangunan DHC ini dijadikan sebagai museum perjuangan dan galeri seni. Banyak jajanan khas kota Solo yang ditemukan di sekitar gedung satu ini.

So, ketika mengunjungi kota Solo, jangan sampai lupa mengunjungi wisata sejarah yang ada di kota ini, ya. Selamat berwisata!